Maksud dan Tujuan
Maksud :
1. Memberikan dasar materi perkulihan pemrograman terstuktur
2. Memberikan pemahaman tetang bahasa pemrograman terstuktur
3. Memberikan mahasiswa agar berkembang dan berpikir kreativ
Tujuan :
1. Mengenalkan cara berfikir yang runtut dan sistematis
2. Mengenalkan bahasa dan teknik pemrograman PHP
3. Mengenalkan variabel dalam pemrograman PHP
Dasar Teori
Variabel digunakan untuk melakukan penyimpanan data sementara, data akan hilang
ketika program dieksekusi. Untuk menyimpan data yang permanen kita dapat
menggunakan database atau didisk. Bentuk dari variabel untuk mendeklarasikan data
apabila menggunakan fungsi dalam PHP. Isi data dalam variabel tidak akan ditampilkan
apabila tidak melakukan pemanggilan fungsi yang mendeklarasikan variabel tersebut.
Bentuk dari variabel juga digunakan untuk menghantarkan data yang ada dari setiap
variabel kedalam halaman yang lain, bentuk-bentuk variabel ini digunakan ketika kita
menggunakan form atau formulir.
Lingkup Variabel dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Variabel
Lokal (Variabel Otomatis)
Variabel
yang didefinisikan didalam suatu fungsi dan berlaku sebagai variabel lokal bagi
fungsi Variabel hanya dikenal di dalam fungsi dimana variabel itu didefinsikan
dan tidak dikenal oleh fungsi lain
Sifat variabel otomatis:
· Hanya
diciptakan saat fungsi dipanggil
· Saat
fungsi berakhir, variabel otomatis akan dihapus
· Hanya
dapat diakses didalam fungsi yang mendefinisikannya
Selang waktu
antara penciptaan dan penghapusan variabel disebut sebagai lifetime atau waktu
hidup.
Contoh
penggunaan variabel otomatis / local:
1. Variabel
Lokal (Variabel Otomatis)
Variabel
yang didefinisikan didalam suatu fungsi dan berlaku sebagai variabel lokal bagi
fungsi Variabel hanya dikenal di dalam fungsi dimana variabel itu didefinsikan
dan tidak dikenal oleh fungsi lain
Sifat variabel otomatis:
· Hanya
diciptakan saat fungsi dipanggil
· Saat
fungsi berakhir, variabel otomatis akan dihapus
· Hanya
dapat diakses didalam fungsi yang mendefinisikannya
Selang waktu
antara penciptaan dan penghapusan variabel disebut sebagai lifetime atau waktu
hidup.
Contoh
penggunaan variabel otomatis / local:
#include
using namespace std;
int main()
void contoh();
void main()
{
clrscr();
int x = 10;
cout << "x pada main() : " << x
<< endl;
contoh();
getch();
}
void contoh()
{ int x = 15;
cout << "x pada contoh() : " <<
x; }
2. Variabel
Ekternal (Variabel Global)
· Variabel
yang didefinisikan di luar fungsi manapun sehingga dikenal oleh semua fungsi
· Variabel
eksternal mempunyai lifetime selama program dieksekusi
· Variabel
eksternal sebaiknya digunakan sesedikit mungkin atau bahkan tidak digunakan
sama sekali.
Contoh
penggunaan variabel eksternal / global:
int x = 10;
#include
using namespace std;
int main()
void contoh();
void main()
{
clrscr();
contoh();
cout << x;
getch();
}
void contoh()
{
x++;
}
3. Variabel
statis
Variabel
statis memiliki beberapa sifat sebagai berikut:
· Variabel
hanya dapat diakses pada fungsi yang mendefinisikannya
· Variabel
tidak hilang setelah eksekusi berakhir. Nilainya akan tetap dipertahankan sehingga
akan dikenali pada pemanggilan fungsi untuk tahap berikutnya
·
Inisialisasi oleh pemrogram hanya dilakukan sekali saja selama program
dijalankan. Jika tidak ada inisialisasi secara eksplisit, maka variabel diisi
dengan nilai nol
Sintaks: static
tipe_data nama_variabel;
int x = 10;
#include
using namespace std;
int main()
void contoh();
void main(){
contoh(); contoh(); contoh();
getch();}
void contoh(){
static int x = 10;
int y = 20;
x++; y++;
cout << "Harga x : " << x
<< " (variabel statis) " << endl;
cout << "Harga y : " << y
<< " (bukan variabel statis) " << endl;
cout << endl;}
Pada PHP, tipe data variabel tidak didefinisikan oleh programmer, akan tetapi
secara otomatis ditentukan oleh intepreter PHP. Namun demikian, PHP
mendukung 8 (delapan) buah tipe data primitif, yaitu :
1. boolean
2. integer
3. float
4. string
5. array
6. object
7. resource
8. NULL



0 komentar:
Posting Komentar